lu'luil

lu'luil

Kamis, 27 November 2014





Sejarah Gua Pindul

       Sebagai salah satu obyek wisata, Gua Pindul memang menawarkan pemandangan yang eksotik. Mungkin itulah salah satu faktor mengapa Gua Pindul ini menjadi populer di kalangan para pecinta wisata susur gua. Tetapi mungkin belum banyak wisatawan yang tahu mengenai sejarah Gua Pindul, serta sebuah mata air atau mbelik yang ada di kompleks gua, yang oleh warga sekitar disebut sebagai mBelik Panguripan (Mata Air Kehidupan). Mengapa bisa disebut Mbelik Panguripan, ternyata berkaitan dengan leluhur dan legenda wilayah tersebut.
      Semuanya berawal dari seorang tokoh bernama Kyai Jaluwesi yang berkonflik dengan raksasa bernama Bendhogrowong. Keduanya terlibat adu kesaktian, dengan keunggulan pada Kyai Jaluwesi. Raksasa itu kemudian mengeluarkan aji-ajinya karena merasa terdesak. Sayangnya aji-aji tersebut meleset dan mengenai seekor anjing peliharaan Widodo dan Widadi, anak kembar Kyai Jaluwesi. Anjing yang bernama Sona Langking itu cedera parah dan berlari tak karuan menuju sebuah sumber air yang ada di balik semak-semak. Kyai Jaluwesi yang mengikuti arah lari Sona Langking kaget ketika mendapat anjingnya telah pulih dari cedera parah akibat aji-aji sang raksasa.
   Melihat hal itu, Kyai Jaluwesi kemudian menamai sumber air itu sebagai Mbelik Panguripan, karena mampu menyembuhkan luka parah yang diderita anjingnya. Beberapa lama setelah peristiwa itu, muncul sepasang pria dan wanita bernama Kyai dan Nyai Sejati yang ingin menguasai tanah di sekitar Gunung Bang. Mereka meminta kepada Kyai Jaluwesi untuk pindah dari tempat itu, dan Kyai Jaluwesi menyanggupinya. Meski begitu Kyai Jaluwesi menginginkan sebuah syarat, yaitu setelah kepindahannya masyarakat Gunung Bang harus mengadakan acara bersih lepen (sungai), penari ledhek (tayub), pada hari Senin Paing setiap tahun sekali. Kemudian Kyai Jaluwesi pindah ke daerah Gua Pindul, hingga moksa dan diyakini menjadi penunggu di Gua Pindul dan Mbelik Panguripan.
   Tentu saja legenda tidak bisa dipercaya keakuratannya seratus persen, tetapi pembaca yang baik seharusnya mampu menangkap apa yang ada di balik tiap legenda, bukan malah menganggapnya mistis, ataupun tidak masuk akal. Gua Pindul yang saat ini sedang menjadi primadona wisata susur gua atau cave adventure memang menarik dan menawarkan sensasi yang berbeda dengan wisata-wisata yang sudah umum di Yogyakarta. Tempat ini akan sangat sesuai untuk mengisi waktu liburan ataupun akhir pekan.

Wisata Cave Tubing Goa Pindul Menarik Pengunjung


Wisata Cave Tubing Goa Pindul banyak mengikat pengunjung karena keunikanya yaitu mengarungi goa dengan ban. Goa Pindul merupakan salah satu tujuan wisata alam kota Yogyakarta, Goa yang memiliki panjang sekitar 350m, lebar sekitar 5m ini terletak di desa wisata bejiharjo, wonosari, gunungkidul. Goa ini memiliki tiga Zona yaitu Zona Terang, Zona Remang, dan Zona Gelap dengan jarak tempuh sekitar 45 menit.

Goa Pindul tidak seperti goa – goa pada umumnya karena goa ini adalah goa yang sepanjang lorongnya di penuhi dengan aliran air sungai yang menjadi sumber pengairan persawahan yang ada di sekitarnya. Karena air yang mengalir di dalam goa ini sifatnya tenang maka kegiatan cave tubing di goa ini bisa dinikmati siapa saja baik pemula maupun profesional, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Tepat di tengah goa terdapat sebuah ruangan goa yang cukup besar dengan sebuah lobang yang berada diatasnya sebagai jalan masuk cahaya matahari yang sekaligus memberikan nuansa eksotis yang dimiliki goa pindul. Penduduk setempat menyebut ruang goa tersebut sebagai sumur yang terbalik.

Ketika menelusuri ke dalam goa didalamnya terdapat beberapa Stalagtit yang menghiasi langit langit goa, dan salah satu diantaranya terdapat Stalagtit yang telah menyatu dengan Stalagmit atau penduduk setempat menyebutnya “Soko Guru” yang merupakan Stalagtit terbesar di goa ini dan terbesar nomer 4 di Dunia. Masing-masing stalagtit mempunya ciri dan fungsi yang berbeda, ada stalagtit yang berfungsi sebagai obat awet muda bagi pengunjung yang berhasil meminum tetesan air yang bersumber dari stalagtit tersebut, dan ada juga yang berfungsi sebaga penambah kejantanan pria apabila pengunjung berhasil memegangnya.

Untuk menelusuri Cave Tubing Goa pindul pengunjung cukup merogoh kocek Rp. 35.000,- / pengunjung, harga tersebut sudah termasuk 2 orang pemandu, perlengkapan cave seperti sepatu, pelampung, jaket pelampung dan minuman Jahe sebagai penghangat tubuh setelah berbasah-basahan menelusuri Goa Pindul.

Kalau teman-teman penasaran dan ingin mencobanya? silahkan berkunjung ke wisata alam Cave Tubing Goa Pindul. Selamat Berwisata….. :)

Yuk segera reservasi tiket !
Dan nikmati liburan bersama keluarga atau teman di Goa Pindul ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar